Daftarsbmptn.com – In an effort to strengthen collaboration between institutions, academics, and industry players toward the vision of Golden Indonesia 2045, the 2025 National Seminar and National Working Meeting (Rakernas) officially opened in Jakarta on Wednesday (November 12th). The two-day event, themed “Transformation, Innovation, and Collaboration for Sustainable Development,” was attended by hundreds of participants from various regions across Indonesia.
This event was organized by a consortium of universities and national organizations focused on human resource development, research, and institutional capacity building. The 2025 National Seminar and Rakernas provided a crucial opportunity for academics, researchers, students, and practitioners to exchange ideas and formulate strategic steps to support the nation’s progress.
A Lively Opening Full of Collaborative Spirit
The event was officially opened by the Chairman of the National Committee, Dr. Hendra Wijaya, M.Si., who in his remarks emphasized the importance of cross-sector synergy in facing global challenges.
“Indonesia has extraordinary potential. However, that potential can only be realized through real collaboration between academics, government, and industry. This seminar and the 2025 National Working Meeting (Rakernas) serve as a forum to bring together all elements of the nation under one vision of sustainable development,” he said.
Also present at the opening was the Minister of Education, Culture, Research, and Technology of the Republic of Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, who delivered remarks online. He emphasized the importance of strengthening research and innovation amidst rapid technological developments.
“Research should not stop in the laboratory. There must be a bridge between research and implementation. Through forums like this, academic ideas can be translated into concrete solutions for society,” Nadiem said.
Scientific Forum and Strategic Discussion
A number of renowned experts and speakers presented during the National Seminar series. Among them were Prof. Dr. Siti Rahmawati, a sustainable economics expert from Gadjah Mada University; Dr. Bambang Prasetyo, a digital technology expert from the Bandung Institute of Technology; and Dinda Kurniawan, a young, innovative figure, founder of the social startup EduTech Impact.
Prof. Rahmawati highlighted the importance of research-based policy innovation to support equitable economic development in the digital era.
“We must ensure that the resulting innovations focus not only on growth, but also on sustainability and equity. Collaboration between academia, industry, and government is key,” she explained to seminar participants.
Meanwhile, panel discussion sessions featured engaging themes such as Digitalization and the Green Economy, Adaptive Education in the AI Era, and Strengthening Human Resources for the National Creative Economy. Each session was led by an experienced moderator and enthusiastically participated by participants who actively discussed and shared their respective research findings.
Rapat Kerja Nasional: Menyusun Agenda Strategis 2025–2026
Selain seminar ilmiah, kegiatan ini juga menjadi ajang penting bagi organisasi penyelenggara dalam menyusun arah kebijakan dan program kerja tahun 2025–2026. Melalui forum Rapat Kerja Nasional, para perwakilan dari berbagai daerah membahas langkah konkret untuk memperkuat peran lembaga dalam mendorong transformasi pendidikan dan inovasi nasional.
Ketua Umum Organisasi, Prof. Dr. Rudi Santoso, dalam pidatonya menyampaikan bahwa Rakernas tahun ini menitikberatkan pada integrasi program riset dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
“Kami tidak hanya ingin menghasilkan rekomendasi, tetapi juga aksi nyata. Setiap hasil seminar akan kami tuangkan dalam peta jalan riset nasional yang akan diusulkan kepada pemerintah,” katanya.
Rakernas juga menghasilkan sejumlah keputusan penting, di antaranya pembentukan Komite Inovasi Nasional, penguatan jaringan riset antarperguruan tinggi, serta inisiatif pendanaan riset kolaboratif melalui kemitraan publik-swasta.
Pameran dan Penandatanganan Kerja Sama
Sebagai bagian dari kegiatan, digelar pula Innovation Expo 2025 yang menampilkan berbagai hasil riset, produk inovatif, serta teknologi terapan dari kampus dan industri nasional. Pameran ini menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta dan pengunjung umum yang ingin melihat langsung karya anak bangsa.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara penyelenggara dengan beberapa mitra strategis, seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Perindustrian, dan sejumlah perusahaan teknologi nasional. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang riset kolaboratif serta mempercepat transfer teknologi ke masyarakat.
Harapan dan Penutupan
Pada sesi penutupan, Sekretaris Panitia, Dr. Lailatul Fitri, menyampaikan harapan agar hasil seminar dan Rakernas 2025 dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.
“Forum ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan wadah untuk meneguhkan komitmen bersama dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa. Semoga semangat kolaborasi ini terus berlanjut hingga ke daerah-daerah,” ungkapnya.
Acara ditutup dengan pembacaan rekomendasi hasil seminar dan Rakernas, yang mencakup tiga poin utama: penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional, peningkatan kapasitas SDM melalui kolaborasi pendidikan-industri, serta komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan yang inklusif.
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, para peserta membawa pulang semangat baru untuk berkontribusi nyata di bidang masing-masing. Seminar Nasional dan Rakernas 2025 bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga simbol sinergi dan kebangkitan inovasi Indonesia di tengah tantangan global.
